11
Sep
08

Ekonomi Mikro

Ilmu ekonomi mikro (sering juga ditulis mikroekonomi) adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan. Ekonomi mikro meneliti bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut mempengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan menentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya.

Kebalikan dari ekonomi mikro ialah ekonomi makro, yang membahas aktivitas ekonomi secara keseluruhan, terutama mengenai pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran, berbagai kebijakan perekonomian yang berhubungan, serta dampak atas beragam tindakan pemerintah (misalnya perubahan tingkat pajak) terhadap hal-hal tersebut.

Salah satu tujuan ekonomi mikro adalah menganalisa pasar beserta mekanismenya yang membentuk harga relatif kepada produk dan jasa, dan alokasi dari sumber terbatas diantara banyak penggunaan alternatif. Ekonomi mikro menganalisa kegagalan pasar, yaitu ketika pasar gagal dalam memproduksi hasil yang efisien; serta menjelaskan berbagai kondisi teoritis yang dibutuhkan bagi suatu pasar persaingan sempurna. Bidang-bidang penelitian yang penting dalam ekonomi mikro, meliputi pembahasan mengenai keseimbangan umum (general equilibrium), keadaan pasar dalam informasi asimetris, pilihan dalam situasi ketidakpastian, serta berbagai aplikasi ekonomi dari teori permainan. Juga mendapat perhatian ialah pembahasan mengenai elastisitas produk dalam sistem pasar.

Dalam ekonomi mikro, istilah “kegagalan pasar” tidak berarti bahwa sebuah pasar tidak lagi berfungsi. Malahan, sebuah kegagalan pasar adalah situasi dimana sebuah pasar efisien dalam mengatur produksi atau alokasi barang dan jasa ke konsumen. Ekonom normalnya memakai istilah ini pada situasi dimana inefisiensi sudah dramatis, atau ketika disugestikan bahwa institusi non pasar akan memberi hasil yang diinginkan. Di sisi lain, pada konteks politik, pemegang modal atau saham menggunakan istilah kegagalan pasar untuk situasi saat pasar dipaksa untuk tidak melayani “kepentingan publik”, sebuah pernyataan subyektif yang biasanya dibuat dari landasan moral atau sosial.

Empat jenis utama penyebab kegagalan pasar adalah :

1. Monopoli atau dalam kasus lain dari penyalahgunaan dari kekuasaan pasar dimana “sebuah” pembeli     atau penjual bisa memberi pengaruh signifikan pada harga atau keluaran. Penyalahgunaan kekuasaan     pasar bisa dikurangi dengan menggunakan undang-undang anti-trust.[5]

2. Eksternalitas, dimana terjadi dalam kasus dimana “pasar tidak dibawa kedalam akun dari akibat aktifitas     ekonomi didalam orang luar/asing.” Ada eksternalitas positif dan eksternalitas negatif.[5] Eksternalitas     positif terjadi dalam kasus seperti dimana program kesehatan keluarga di televisi meningkatkan     kesehatan publik. Eksternalitas negatif terjadi ketika proses dalam perusahaan menimbulkan polusi     udara atau saluran air. Eksternalitas negatif bisa dikurangi dengan regulasi dari pemerintah, pajak, atau     subsidi, atau dengan menggunakan hak properti untuk memaksa perusahaan atau perorangan untuk     menerima akibat dari usaha ekonomi mereka pada taraf yang seharusnya.

3. Barang publik seperti pertahanan nasional[5] dan kegiatan dalam kesehatan publik seperti pembasmian     sarang nyamuk. Contohnya, jika membasmi sarang nyamuk diserahkan pada pasar pribadi, maka jauh     lebih sedikit sarang yang mungkin akan dibasmi. Untuk menyediakan penawaran yang baik dari barang     publik, negara biasanya menggunakan pajak-pajak yang mengharuskan semua penduduk untuk     membayar pda barang publik tersebut (berkaitan dengan pengetahuan kurang dari eksternalitas positif     pada pihak ketiga/kesejahteraan sosial).

4. Kasus dimana terdapat informasi asimetris atau ketidak pastian (informasi yang inefisien)[5]. Informasi     asimetris terjadi ketika salah satu pihak dari transaksi memiliki informasi yang lebih banyak dan baik     dari pihak yang lain. Biasanya para penjua yang lebih tahu tentang produk tersebut daripada sang     pembeli, tapi ini tidak selalu terjadi dalam kasus ini. Contohnya, para pelaku bisnis mobil bekas     mungkin mengetahui dimana mbil tersebut telah digunakan sebagai mobil pengantar atau taksi,     informasi yang tidak tersedia bagi pembeli. Contoh dimana pembeli memiliki informasi lebih baik dari     penjual merupaka penjualan rumah atau vila, yang mensyaratkan kesaksian penghuni sebelumnya.


1 Response to “Ekonomi Mikro”


  1. 1 rudi
    November 1, 2008 at 6:25 am

    Assalamualaikum, w. w

    mw nanya boleh ndak?????
    1. Apa ya PDRB itu????
    2. Klu mw tahu nbanyak tentang itu di mana ya????

    reff.

    sorry nanya yo, bis aku pengen tahu banyak ttg permasalahan ekonomi???


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


SeJak 15 Juni 2008 KaMu taMu ke...

  • 401,652 Visitors

cHe_de.li.ci.ous

RSS Kamar Hikmah

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Belajar Komputer

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS LiNtaS beRiTa

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Kamar Info

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

GudaNg FiLe

September 2008
M T W T F S S
« Aug   Oct »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

%d bloggers like this: