Archive for the 'Pengantar Akuntansi I' Category

16
Mar
09

Belajar Akuntansi Dasar

19
Feb
09

Akun dalam Akuntansi

to : Iand…

^_^

Akun atau perkiraan adalah suatu formulir yang digunakan sebagai tempat mencatat transaksi keuangan yang sejenis dan dapat merubah komposisi harta, kewajiban dan modal perusahaan.

atau

Akun atau perkiraan adalah suatu media untuk mengklasifikasikan dan mencatat penambahan dan pengurangan dari tiap unsur-unsur laporan keuangan.

Continue reading ‘Akun dalam Akuntansi’

12
Feb
09

Adjusting The Accounts (Jurnal Penyesuaian)

Acrual vs Cash Basis Accounting
Acrual Basis Accounting
1. Transactions recorded in the periods in which the evens occur.
2. Revenues are recognized when earned, rather than when cash is received.
3. Expenses are recognized when incurred, rather than when paid.
Continue reading ‘Adjusting The Accounts (Jurnal Penyesuaian)’

28
Jan
09

Buku Besar (A General Ledger)

A general ledger contains the entire group of accounts maintained by a company. The general ledger includes all the assets, liability, owner’s equity, revenue and expenses accounts.

Buku Besar
Daftar yang dapat digunakan untuk mencatat perubahan – perubahan transaksi itu disebut dengan aku, perkiraan atau rekening. Kumpulan dari akun – akun yang saling berhubungan dan merupakan suatu kesatuan, misalnya semua akun yang digunakan dalam pembukuan sebuah perusahaan disebut “Buku Besar / A General Ledger”.

Pemindahbukuan Jurnal ke BUku Besar
Setelah pencatatan ke dalam buku jurnal selesai, maka tahap selanjtnya adalah memindahkan catatan yang terdapat dalam jurnal ke buku besar. Pemindahan catatan dari jurnal ke buku besar ini disebut dengan posting.
Contoh Buku Besar

Buku Besar

Chart of Accounts
Accounts and account numbers arranged in sequence in which they are presented in the financial statements.
Contoh Chart of Accounts

Chart of Accounts

28
Jan
09

Jurnal dalam Akuntansi

Hasil dari analisis transaksi selajutnya dicatat dalam alat pencatatan yang diebut “jurnal”.

Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis dengan menunjukkan akun yang harus di debet dan di kredit beserta jumlahnya masing – masing.

Jurnal merupakan catatan pertama setelah adanya bukti transaksi sebelum dilakukan pencatatn dalam buku besar, sehingga jurnal sering dikatakan sebagai catatan asli atau book of original entry.

1. Fungsi Jurnal
a. Fungsi Pencatatan, artinya semua transaksi yang terjadi berdasarkan bukti dokumen yang ada harus dicatat seluruhnya.
b. Fungsi Historis, artinya transaksi yang terjadi harus dicatat sesuai urutan waktu.
c. Fungsi Analisis, artinya setiap transaksi yang dicatat dalam jurnal harus merupakan hasil analisis dari bukti – bukti transaksi.
d. Fungsi Instruktif, artinya pencatatan dalam jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan posting debet / kredit ke dalam buku besar.
e. Fungsi Informatif, artinya jurnal dapat memberikan informasi mengenai transaksi yang terjadi.

2. Jurnal Umum (General Journal)
Jurnal umum adalah bentuk jurnal yang terdiri atas dua kolom. Jurnal umum kadang – kadang disebut juga buku memorial atau jurnal standar, digambarkan seperti di bawah ini :

Bentuk Jurnal Umum

22
Jan
09

Proses Pencatatan Akuntansi

English Version
——————
The Recording Process

Debits and credits summary
Normal balance debit
Assets and expenses increase
Liabilities, owner’s equity and revenue descrease

Normal balance credit
Assets and expenses descrease
Liabilities, owner’s equity and revenue increase

Assets and Liabilities
Assets – debits should exceed credits.
Liabilities – credits should exceed debits.
The normal balance is on the increase side.

Owner’s Equity
Owner’s investments and revenue increase owner’s equity (credit).
Owner’s drawings and expenses descrease owner’s equity (bedit).

Revenue and Expenses
The purpose of earning revenue is to benefit the owner(s).
The effect of debits and credits on revenue accounts is the same as their effect on Owner’s Capital.
Expenses have the opposite effect : expenses descrease owner’s equity.

21
Jan
09

Tahap Pencatatan Siklus Akuntansi

A. Sumber Pencatatan
Transaksi yang terjadi di dalam perusahaan yang mengakibatkan perubahan baik harta, utang maupun modal perlu dicatat dan di susun secara sistematis. Pencatatan transaksi tersebut merupakan dasar penyususnan laporan keuangan. Suatu transaksi dapat dicatat dalam akuntansi apabila transaksi tersebut dapat dinilai dengan uang. Misalnya, pembelian barang baik secara tunai maupun kredit.

Sumber bukti pencatatan dapat dibedakan menjadi seperti di bawah ini :
1. Bukti intern merupakan bukti pencatatan transaksi yang dilakukan di lingkungan perusahaan itu sendiri. Misalnya, memo pencatatan antar bagian atau manager dengan bagian – bagian yang ada di perusahaan.

2. Bukti ekstern adalah bukti pencatatan transaksi yang berhubungan dengan pihak di luar perusahaan. Misalnya, bukti pengeluaran kas, faktur pembelian / penjualan dan pembayaran upah.

Berikut contoh bukti ekstern.
a. Faktur
Adalah bukti pembelian atau penjualan barang secara kredit yang dibuat oleh pihak penjual dan diberikan kepada pihak pembeli.

faktur

b. Kwitansi
Adalah bukti penerimaan sejumlah uang yang ditandatangani oleh penerima uang dan diserahkan kepada yang membayar sejumlah uang tersebut.

kwitansi

c. Nota Kontan
Adalah bukti atas pembelian sejumlah barang secara tunai.

Nota Kontan

d. Nota Kredit
Adalah nota yang dibuat perusahaan sehubungan barang yang dijual tidak cocok dengan pesanan atau rusak.

Nota Kredit

e. Cek
Adalah surat perintah kepada bank sebesar jumlah yang tercantum dalam cek tersebut kepada seseorang atau orang yang membawa cek tersebut. Cek dibuat oleh pihak yang mempunyai simpanan di bank dan pengeluaran cek ditujukan kepada orang yang dikehendakinya.

Cek

19
Jan
09

Neraca (Balance Sheet)

Balance Sheets
A balance sheet is a snapshot of a business’ financial condition at a specific moment in time, usually at the close of an accounting period. A balance sheet comprises assets, liabilities, and owners’ or stockholders’ equity. Assets and liabilities are divided into short- and long-term obligations including cash accounts such as checking, money market, or government securities. At any given time, assets must equal liabilities plus owners’ equity. An asset is anything the business owns that has monetary value. Liabilities are the claims of creditors against the assets of the business.

What is a balance sheet used for?

A balance sheet helps a small business owner quickly get a handle on the financial strength and capabilities of the business. Is the business in a position to expand? Can the business easily handle the normal financial ebbs and flows of revenues and expenses? Or should the business take immediate steps to bolster cash reserves?

classified-balance-sheet

Balance sheets can identify and analyze trends, particularly in the area of receivables and payables. Is the receivables cycle lengthening? Can receivables be collected more aggressively? Is some debt uncollectable? Has the business been slowing down payables to forestall an inevitable cash shortage?

Balance sheets, along with income statements, are the most basic elements in providing financial reporting to potential lenders such as banks, investors, and vendors who are considering how much credit to grant the firm.

1. Assets
Assets are subdivided into current and long-term assets to reflect the ease of liquidating each asset. Cash, for obvious reasons, is considered the most liquid of all assets. Long-term assets, such as real estate or machinery, are less likely to sell overnight or have the capability of being quickly converted into a current asset such as cash.

2. Current assets
Current assets are any assets that can be easily converted into cash within one calendar year. Examples of current assets would be checking or money market accounts, accounts receivable, and notes receivable that are due within one year’s time.

• Cash
Money available immediately, such as in checking accounts, is the most liquid of all short-term assets.

• Accounts receivables
This is money owed to the business for purchases made by customers, suppliers, and other vendors.

• Notes receivables
Notes receivables that are due within one year are current assets. Notes that cannot be collected on within one year should be considered long-term assets.

3. Fixed assets
Fixed assets include land, buildings, machinery, and vehicles that are used in connection with the business.

• Land

Land is considered a fixed asset but, unlike other fixed assets, is not depreciated, because land is considered an asset that never wears out.

• Buildings
Buildings are categorized as fixed assets and are depreciated over time.

• Office equipment
This includes office equipment such as copiers, fax machines, printers, and computers used in your business.

• Machinery
This figure represents machines and equipment used in your plant to produce your product. Examples of machinery might include lathes, conveyor belts, or a printing press.

• Vehicles
This would include any vehicles used in your business.

• Total fixed assets
This is the total dollar value of all fixed assets in your business, less any accumulated depreciation.

4. Total assets

This figure represents the total dollar value of both the short-term and long-term assets of your business.

5. Liabilities and owners’ equity

This includes all debts and obligations owed by the business to outside creditors, vendors, or banks that are payable within one year, plus the owners’ equity. Often, this side of the balance sheet is simply referred to as “Liabilities.”

• Accounts payable
This is comprised of all short-term obligations owed by your business to creditors, suppliers, and other vendors. Accounts payable can include supplies and materials acquired on credit.

• Notes payable

This represents money owed on a short-term collection cycle of one year or less. It may include bank notes, mortgage obligations, or vehicle payments.

• Accrued payroll and withholding
This includes any earned wages or withholdings that are owed to or for employees but have not yet been paid.

• Total current liabilities
This is the sum total of all current liabilities owed to creditors that must be paid within a one-year time frame.

• Long-term liabilities
These are any debts or obligations owed by the business that are due more than one year out from the current date.

• Mortgage note payable
This is the balance of a mortgage that extends out beyond the current year. For example, you may have paid off three years of a fifteen-year mortgage note, of which the remaining eleven years, not counting the current year, are considered long-term.

• Owners’ equity

Sometimes this is referred to as stockholders’ equity. Owners’ equity is made up of the initial investment in the business as well as any retained earnings that are reinvested in the business.

• Common stock

This is stock issued as part of the initial or later-stage investment in the business.

• Retained earnings
These are earnings reinvested in the business after the deduction of any distributions to shareholders, such as dividend payments.

6. Total liabilities and owners’ equity
This comprises all debts and monies that are owed to outside creditors, vendors, or banks and the remaining monies that are owed to shareholders, including retained earnings reinvested in the business.

19
Jan
09

Laporan Perubahan Modal

Owners Equity Statement

Owner’s equity is the owner’s rights to the assets of the business. If the business is a sole proprietorship, the owner’s equity is also known as the owner’s capital account. As this figure increases, the owner’s right to the assets of the business increase. More simply translated, the larger the equity, generally, the smaller the debt.

Owning a business free and clear of any long-term liabilities is the dream of the business owner. For when this condition exists, the owner is usually in the position of realizing gains, and of also realizing they have been successful in the operation of their business.

What can an owner do with the figures represented in the Owner’s equity area?
The options are many. If a small business owner wants to expand the business, the greater the amount of equity, the more likely a lending institution will be to grant additional funds for the expansion. If an owner wants to sell the business, the owner’s equity is the basis for the asking price of the business. It is not the only contributing factor in determining the value of the business, but it is the baseline figure providing a definite foothold for establishing the value of the business.

How does this figure “grow” in value?
What is the catalyst for the increase in owner’s equity? The retained earnings shown on the income statement are the greatest contributor to an increase in owner equity. The greater your profitability in your business, and the more of the income you retain, the greater your owner equity will become. This figure also increases as debt is paid down or completely off. This is a great example of the links between the income statement, statement of cash flows, and the balance sheet. When you follow the trail of information through each report, you can begin to understand the importance of this trio.

What happens when money is withdrawn from owner’s equity?
If a business owner chooses to withdraw funds from the owner’s equity account, the value of the funds withdrawn will be taxed as capital gains. Right now, capital gains tax is at an all-time low. If you were going to make an exit from your business, or make a lump sum withdrawal, now is the perfect time to consider such a move.

The owner’s equity column is also the difference on the balance sheet between asset and liability accounts. The accounting equation used to represent this is:

Assets – Liabilities = Owner’s Equity

This is one of the oldest building blocks of the accounting industry. The one equation an accounting student will learn in the beginning of the education, and will still be using diligently, when they finish their accounting career.

19
Jan
09

Laporan Laba / Rugi (Income Statement)

Laporan laba / rugi (income statement) disebut juga laporan pendapatan dan biaya (profit and loss statement) atau hasil operasi (statement of operation), yaitu suatu laporan yang dibuat secara sistematis berisikan gambaran ringkasan tentang penghasilan (income) dan beban (expenses) dalam periode tertentu dari suatu perusahaan.

Dalam laporan laba rugi dapat diketahui penghasilan, beban dan laba / rugi perusahaan dalam waktu tertentu serta perkembangannya.

Dalam membuat laporan laba / rugi, hal – hal yang harus diperhatikan sebagai berikut :
1. Judul laporan

2. Laporan dimulai dari ikhtisar pendapatan usaha yang diikuti dengan beban usaha diakhiri dengan penghasilan serta beban lain – lain.

3. Penyusunan beban sebaiknya dimulai dari terbesar jumlahnya hingga yang terkecil, kecuali macam – macam biaya (beban rupa – rupa). Beban rupa – rupa diletakkan pada urutan paling bawah dalam kelompok beban walaupun dalam jumlah yang besar.

4. Apabila penghasilan lebih besar dari beban, artiny dalam periode tersebut perusahaan berlaba atau penghasilan lebih kecil dari beban, sehingga terjadi kerugian yang dialami perusahaan.

Penyusunan laporan keuangan termasuk laporan laba / rugi disusun dalam satu periode. Biasanya dimulai 1 Januari sampai dengan 31 Desember.

1. Penghasilan (income)
Menurut SAK, penghasilan meliputi baik pendapatan (revenue), maupun keuntungan (gains). Pendapatan timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan yang biasa dan dikenal dengan sebutan yang berbeda seperti penjualan penghasilan jasa (fees), bungan (interest), deviden, royalti dan sewa (rent). Adapun keuntungan meliputi pos yang timbul dalam pengalihan aktiva tidak lancar.

2. Beban (Expenses)
Menurut SAK, definisi beban mencakup baik kerugian maupun biaya yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan yang biasa. Beban yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan meliputi beban pokok penjualan dan gaji atau penyusutan. Beban tersebut biasanya berbentuk arus keluar atua berkurangnya aktiva seperti kas (dan setara kas), persediaan dan aktiva tetap.

Kerugian merupakan pos yang mungkin timbul atau tidak dari aktivitas perusahaan yang biasa. Dalam hal ini kerugian mencerminkan berkurangnya manfaat ekonomi. Kerugian ini dapat timbul misalnya dari bencana, kebakaran, banjir, juga akibat dari pelepasan aktiva tidak lancar.

Contoh laporan laba / rugi multiple step

income statement multiple step

Contoh laporan laba / rugi single step

income statement single step

19
Jan
09

Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

vglp_logo

Agar laporan keuangan berguna bagi semua pihak dan para pemakai memiliki penafsiran yang sama seperti yang dimaksud oleh pembuatnya, maka laporan keuangan harus disusun berdasarkan pedoman dan tata cara pencatatan yang diterima secara umum dan berlaku sesuai dengan “Standar Akuntansi Keuangan” yang memuat ketentuan – ketentuan sebagai berikut :

1. Ruang Lingkup dan Tujuan Laporan Keuangan
a. Kerangka Dasar
Laporan keuangan disusun untuk tujuan umum, yang merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan, dan berlaku untuk semua jenis perusahaan komersil baik sektor publik maupun sektor swasta, serta dapat dimanfaatkan oleh pemakai dan pihak yang membutuhkan informasi tersebut.

b. Tujuan Laporan Keuangan
Laporan keuangan diharapkan mampu mneyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

2. Asumsi Dasar
a. Dasar Akrual (Accrual Basic)
Laporan keuangan disusun atas dasar akrual, maksudnya pengaruh transaksi dan peristiwa lain diakui pada saat kejadian (dan bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar) dan dicatat dalam catatan akuntansi serta dilaporkan dalam laporan keuangan pada periode yang bersangkutan.

b. Dasar Kelangsungan Usaha (Going Concern)
Laporan keuangan biasanya disusun atas dasar kelangsungan usaha bagi perusahaan dan kemampuan akan melanjutkan usahanya di masa mendatang.

3. Unsur Laporan Keuangan
a. Unsur yang berkaitan langsung dengan pengukuran posisi keuangan, yaitu aktiva, kewajiban, dan ekuitas.

b. Unsur yang berkaitan langsung dengan pengukuran kinerja, yang tercantum dalam laporan laba / rugi, yaitu penghasilan dan beban.

19
Jan
09

Sejarah Perkembangan Akuntansi Part 2

Setelah abad ke – 15, pencatatan mulai teratur. Pada tahun 1494, Luca Pacioli alhi matematika Italia menerbitkan buku yang pertama tentang sistem “pembukuan berpasangan” (double entry bookeeping) dengan bukunya yang terkenal berjudul “Summa de Aritmatika Proportioni et Proportionalita”. Luca Pacioli membuat catatan yang lebih sistematis dari sebelumnya dengan selalu menggunakan dua sisi (debet dan kredit).

Luca Pacioli

Istilah debet dan kredit ini diambil dari bahasa latin “Debere dan Credere” yang berarti percaya dan mempercayai. Jadi, setiap catatan mengandung pengertian saling percaya antara orang yang mengadakan transaksi.

Seiring dengan berkembangnya dunia usaha di Indonesia, berkembang pula pemakaian sistem akuntansi dari sistem kontinental yang berasal dari Eropa ke sistem Angallo Saxon yang berasal dari Amerika.

Perkembangan akuntansi di Indonesia semakin pesat setelah tahun 1957, pada saat itu berdiri suatu organisasi yang mewadahi para akuntan di Indonesia. Organisasi tersebut diberi nama Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI).

IAI

Pada tahun 1973, mulai diaktifkan pasar modal. Dengan diaktifkannya pasar modal IAI membentuk suatu panitia perhimpunan bahan dan struktur GAAP (Generally Accepted Accounting Principles) dan GAAS (Generally Accepted Auditing Standard). Panitia ini menghasilkan buku Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI).

Tahun 1974 dibentuk Komite Prinsip Akuntansi Indonesia (Komite PAI). Komite ini bertugas sampai tahun 1994. Setelah tahun 1994, Komite PAI diubah menjadi Komite Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Komite SAK melakukan revisi total terhadap PAI menjadi Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Tahun 1998, Komite SAK ini bertugas kembali menjadi Dewan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia. Dewan SAK ini bertugas dari tahun 1998 sampai 2002 dan mempunyai otonomi untuk menyusun serta mengesahkan PSAK menjadi IPSAK. Pada periode ini juga dibentuk Dewan Konsultasi SAK yang anggotanya para praktisi (pengguna) Akuntansi.




SeJak 15 Juni 2008 KaMu taMu ke...

  • 305,456 Visitors

cHe_de.li.ci.ous

RSS Kamar Hikmah

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Saatnya EraMuslim Bicara …

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS LiNtaS beRiTa

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

GudaNg FiLe

August 2014
M T W T F S S
« Mar    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.